Wakil Ketua KPK Harap Pimpinan Selanjutnya Lanjutkan 3 Agenda

75

Jakarta — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif berharap para pimpinan KPK periode 2019-2023 nanti melanjutkan beberapa tugas strategis terkait pemberantasan korupsi yang kini sedang dijalankan. Perlu pula melaksanakan agenda yang saat ini tengah dirancang oleh pimpinan KPK periode 2014-2019.

“Melanjutkan apa yang telah dicapai sekarang dan memperbaiki yang belum dikerjakan sekarang,” kata Laode di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (2/9).

Tugas pertama, Laode menyarankan agar Capim KPK yang baru mampu melanjutkan pembentukan koordinator wilayah (korwil). Itu dinilai perlu dalam rangka memperkuat pencegahan dan pengawasan potensi korupsi di daerah-daerah.

Saat ini, lanjutnya, KPK sedang membentuk sembilan koordinator wilayah (Korwil) untuk 34 provinsi di Indonesia.

“Tetapi stafnya belum lengkap. Oleh karena itu kita berharap pimpinan yang akan datang itu melanjutkan koordinator wilayah itu menjadi ujung tombak untuk pencegahan korupsi di daerah,” kata dia.

Kedua, Laode berharap pimpinan KPK yang baru bisa melanjutkan penindakan terhadap tindak pidana korupsi yang menyangkut korporasi. Ia menilai penanganan tindak pidana koorporasi perlu diprioritaskan karena efektif dalam mengembalikan aset negara yang telah dikorupsi.

“Untuk mendapatkan pengembalian aset itu harusnya tindak pidana korporasi lebih diutamakan ke depan, tapi ini kita sudah mulai,” kata dia.

Terakhir, Laode berharap para piminan KPK selanjutnya bisa menggiatkan sisi pencegahan tindak pidana korupsi. Dia ingin pimpinan berikutnya berkaca pada keberhasilan KPK periode 2014-2019.

Laode mengkalim telah menyelamatkan triliunan Rupiah saat melakukan pencegahan.

“Kan presiden berharap salah satu keberhasilan itu pengembalian aset. Dan pengembalian aset itu kita lakukan,” kata dia

Laode lalu mengomentari proses pemilihan calon pimpinan KPK yang baru. Menurutnya, kali ini berlangsung sangat cepat.

Ia membandingkan dengan seleksi calon pimpinan KPK yang dialaminya dulu. Kala itu, lanjutnya, memakan waktu hingga enam bulan lebih.

“Malau dibandingkan periode saya ini kayanya cepat prosesnya. Jauh lebih cepat. Kami dulu hampir enam bulan. Empat bulan lebih. Ini cepat banget,” kata dia.

Meski begitu, Laode berharap 10 Capim KPK yang diserahkan kepada Presiden Jokowi sore nanti adalah nama-nama terbaik untuk memimpin KPK lima tahun mendatang

Ia pun meminta agar Presiden Jokowi tidak memilih para capim dengan rekam jejak buruk yang dimasa lalu. Hal itu bertujuan agar KPK tetap berdiri dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Jangan kita memberikan nama kepada presiden yang ada catatannya. itu harapan kami di KPK. Bukan cuma harapan saya tapi harapan dari seluruh karyawan KPK dan saya pikir harapan dari masyarakat Indonesia,” kata dia.

Diketahui, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK telah melakukan sejumlah tahapan untuk menyaring nama. Sudah ada 20 nama.

Rencananya, Pansel Capim KPK bakal menyerahkan 10 nama yang telah diseleksi ke Presiden Jokowi pada Senin sore (2/8).

(CNNIndonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia