Twitter Akan Tindak Misinformasi Vaksin COVID-19

18

Pihak Twitter mengatakan telah mulai menandai cuitan yang berisi informasi menyesatkan tentang vaksin COVID-19 dan menggunakan “strike system” untuk menghapus akun yang berulang kali melanggar aturannya. Perusahaan mengatakan pada hari Senin (1/3), sebagaimana dikutip dari Associated Press, bahwa mereka telah mulai menggunakan proses peninjauan manual untuk menilai apakah cuitan ini melanggar kebijakan misinformasi tentang vaksin COVID. Twitter melarang beberapa informasi yang salah terkait COVID pada bulan Desember, termasuk kebohongan tentang bagaimana virus menyebar, efektivitas masker, serta risiko infeksi dan kematian. “Melalui penggunaan sistem teguran, kami berharap dapat mendidik masyarakat tentang mengapa konten tertentu melanggar aturan kami sehingga mereka memiliki kesempatan untuk lebih mempertimbangkan perilaku mereka dan dampaknya pada percakapan publik,” kata Twitter dalam sebuah blog, Senin (1/3). Mereka yang telah melakukan satu kali pelanggaran belum mendapat tindakan apa pun. Dua peringatan akan mengunci akun selama 12 jam. Lima atau lebih penggunaan akan secara permanen dilarang menggunakan Twitter. Twitter yang berbasis di San Francisco menyatakan bahwa label baru hanya berlaku untuk vaksin COVID dan tidak untuk vaksin lain. [na/ah]     (VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia