Terusan Suez Kembali Normal

9

Otorita Terusan Suez Mesir mengatakan kapal terakhir yang tertunda pelayarannya akibat pemblokiran oleh kapal kontainer “Ever Given,” kini selesai melintasi Terusan Suez. Lalu lintas kapal yang normal diijinkan berlayar kembali di kanal itu. Hal ini terjadi setelah kapal kontainer berukuran raksasa “Ever Given” yang terperangkap dan memblokir terusan berhasil dibebaskan.

Kapal-kapal yang melalui Terusan Suez di Mesir membunyikan klakson kapal ketika melintasi jalur perairan yang strategis itu. Kepala Otorita Terusan Suez Oussama Rabieh hari Jumat (1/4) mengatakan kepada media Mesir bahwa semua lalu lintas kapal yang sempat terperangkap karena keberadaan kapal kontainer berukuran raksasa “Ever Given” yang memblokir pintu masuk kanal, telah lancar kembali Sabtu lalu (2/4).

Oussama mengatakan 350 dari 422 kapal yang terperangkap telah keluar dari Terusan Suez, yang berarti 75 kapal yang tersisa atau lebih akan melintasinya pada hari Sabtu, dan kapal-kapal baru dapat mulai transit.

Kanal itu dibuka kembali untuk lalu lintas pengiriman setelah kapal kontainer “Ever Given” kembali berlayar 29 Maret lalu. Penyelidikan tentang penyebab kejadian itu masih berlangsung, dan Oussama mengatakan kepada media Arab bahwa proses itu harus selesai dalam beberapa hari ke depan.

Mantan Kepala Otorita Terusan Suez Mohab Mamish mengatakan kepada stasiun televisi Al Arabiya milik Arab Saudi, bahwa “kejadian aneh, yang mungkin tidak akan terjadi lagi itu, sepertinya tidak akan mendorong pembicaraan tentang pelebaran kanal, yang biayanya akan sangat mahal.” Bicara tentang menemukan rute pelayaran alternatif, Mohab mengatakan hal itu tidak terlalu praktis.

Mohab mengatakan bahwa tidak ada pengganti Terusan Suez. Anda dapat transit di kanal itu selama 12 jam dalam kondisi aman. Jangan hanya karena satu kejadian ini, kita harus mencari rute pelayaran baru.

Minggu lalu Presiden Mesir Abdel Fattah el Sissi mengatakan kepada wartawan bahwa kejadian itu menimbulkan sensasi media yang menekan Mesir.

Abdel Fattah el Sissi mengatakan, setiap krisis yang dihadapi Mesir sulit dan memiliki konsekuensi serius bagi kesejahteraan negara itu. Ditambahkannya, hanya ada sedikit pembicaraan tentang kanal itu selama bertahun-tahun hingga kejadian baru-baru ini, yang kemudian menjadi topik utama media di dunia.

Pemblokiran jalur pelayaran di Terusan Suez selama hampir satu minggu itu sangat mengganggu pelayaran internasional, dan membuat sejumlah kapal mengambil rute panjang melalui Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan. Mesir memperkirakan menderita kerugian hingga sekitar satu miliar dolar akibat hilangnya biaya transit dan biaya untuk mengeruk salah satu sisi kanal agar kapal kontainer “Ever Given” dapat keluar dari mulut kanal itu.

Pakar di US National Defense University yang berkantor di Washington DC, Paul Sullivan, mengatakan pada VOA bahwa “situasi berangsur normal kembali lebih cepat dari perkiraan, tetapi industri pelayaran dan layanan keamanan dunia perlu bersiap menghadapi masalah-masalah berikutnya di jalur perdagangan global dan keamanan internasional yang sangat penting, seperti : Selat Hormuz, Selat Malaka, Terusan Panama dan Terusan Bosphorus.”

Mesir meraih pendapatan sekitar 5-6 miliar dolar per tahun dari Terusan Suez ini. [em/jm]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia