Roket SpaceX Merapat di Stasiun Antariksa Internasional

24

Kapsul “Crew Dragon” yang baru dirancang untuk roket SpaceX, yang membawa dua astronot Amerika – Douglas Hurley dan Bob Behnken – hari Minggu (31/5) tiba di stasiun antariksa internasional. Hurley, yang berusia 53 tahun, dan Behnken, yang berusia 49 tahun, adalah pilot militer teruji yang bergabung bersama NASA tahun 2000. Keduanya terbang ke ruang angkasa Sabtu siang (30/5) dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida. SpaceX merupakan pesawat luar angkasa pertama yang menggunakan roket yang dibangun oleh perusahaan swasta, hampir 10 tahun setelah peluncuran astronot terakhir dari wilayah Amerika. “Mari nyalakan lilin ini,” ujar Hurley sebelum lepas landas, mengutip kata-kata yang digunakan Alan Shepard, manusia pertama yang diluncurkan ke antariksa pada tahun 1961. SpaceX yang berkantor di California adalah milik bilyuner Elon Musk. “Saya benar-benar larut dalam emosi,” ujar Musk. Ditambahkannya, “sudah 18 tahun kami berupaya mencapai tujuan ini. Semoga ini menjadi langkah pertama dalam perjalanan menuju peradaban di Mars,” ujar pendiri SpaceX ini. Presiden Amerika Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence terbang ke Florida untuk kedua kalinya pekan ini, guna menyaksikan peluncuran tersebut. Kedua pemimpin menyaksikan hal itu bersama tiga juta warga lainnya yang menyaksikan peluncuran itu melalui internet, juga penonton yang berdiri di sepanjang pantai dan jalan-jalan di dekat Cape Canaveral. “Saya sangat bangga pada orang-orang di NASA, semua orang yang bekerjasama, dari pihak pemerintah dan swasta. Ketika Anda melihat pemandangan seperti ini, ini sangat luar biasa,” ujar Trump. Dalam sebuah pawai yang dilangsungkan tak lama kemudian di Vehicle Assembly Building setinggi 525 kaki di kompleks NASA, Trump menyampaikan ucapan selamat dan informasi terbaru tentang keberadaan kedua astronot. Wakil Presiden Mike Pence juga memuji kinerja Musk. Sementara pengelola NASA Jim Bridenstine mengatakan hari ini adalah “hari yang baik” bagi NASA dan SpaceX, dan merupakan “suatu terobosan penting bagi Amerika.” Upaya peluncuran pertama Rabu lalu ( 27/5) ditangguhkan karena cuaca buruk di Kennedy Space Center. Astronot terakhir yang diluncurkan ke ruang angkasa dari Amerika adalah pada tahun 2011, ketika NASA mengistirahatkan armada pesawat ulang aliknya dan memaksa Amerika mengandalkan kemitraan dengan badan antariksa Rusia untuk membawa astronot-astronot Amerika ke stasiun antariksa internasional yang megorbit pada ketinggian 402 kilometer dari bumi. [em/ii] (VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia