Presiden Perancis Tegur Para Pemimpin Lebanon

14

Presiden Perancis Emmanuel Macron hari Minggu (27/9) ‘menegur’ para pemimpin Lebanon karena mendahulukan kepentingan sendiri daripada kepentingan negara. Ia bertekad melanjutkan upayanya mencegah kekacauan, tetapi tampaknya tidak ada rencana cadangan jika prakarsanya gagal.

Perdana menteri Lebanon yang ditunjuk, Mustapha Adib, mengundurkan diri pada hari Sabtu setelah gagal membentuk kabinet non-partisan, mengacaukan rencana Perancis untuk mengumpulkan para pemimpin sektarian guna mengatasi krisis negara itu.

Dalam konferensi pers di Paris, Macron mengatakan, para pemimpin politik Lebanon memalukan. “Secara jelas dan tegas, mereka tidak ingin menjunjung komitmen yang dibuat untuk Perancis dan komunitas internasional. Mereka memutuskan mengkhianati komitmen ini.”

Untuk pertama kali, Macron secara khusus mempertanyakan peran Hizbullah yang bersenjata lengkap dan pengaruh Iran. Menurutnya, kelompok itu perlu mencabut ambiguitasnya di arena politik.

Di bawah peta jalan Perancis, pemerintah baru akan mengambil langkah-langkah untuk memberantas korupsi dan melakukan reformasi yang dibutuhkan untuk menuai miliaran dolar bantuan internasional guna memperbaiki ekonomi yang hancur akibat utang yang sangat besar.

Macron akan mengumpulkan mitra internasional dalam 20 hari untuk mempelajari usahanya dan mengadakan konferensi untuk menggalang bantuan pada akhir Oktober.[ka/jm]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia