Pidato di Sidang PBB, Jokowi Kembali Tekankan Komitmen RI pada Palestina

18

Presiden Joko Widodo kembali menekankan komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Hal itu disampaikan dalam pidato di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9) malam.

Sebagaimana seluruh kepala negara dan pemerintahan lainnya, pidato ini telah direkam sebelumnya dan diputar berdasarkan urutan pembicara dalam agenda sidang PBB.

Dengan merujuk pada tekad Indonesia untuk terus berkontribusi bagi perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi, Presiden Jokowi mengatakan “Indonesia akan terus memainkan peran sebagai bridge builder, sebagai bagian dari solusi.”

Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia, yang bersama-sama PBB tahun ini merayakan hari jadi ke-75, senantiasa memainkan peran itu, termasuk saat menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

“Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negara pun. No one, no country, should be left behind,” ujarnya.

Jokowi, dalam pidato pertama sejak menjabat sebagai presiden pada 2014, menyebut prinsip Dasa Sila Bandung yang dicapai dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955, untuk menyelesaikan perselisihan secara damai dan menghormati hukum internasional.

“Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya,” tegas Jokowi.

Prihatin atas Perpecahan dan Rivalitas

Di bagian lain pidatonya, Jokowi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perebakan pandemi virus corona, terutama karena “masih terus terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin tajam.”

“Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil dan sejahtera semakin sulit diwujudkan,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia menginginkan adanya kerja sama agar semua negara punya akses setara pada vaksin Covid-19 yang aman dan dengan harga terjangkau. Presiden juga menekankan bahwa re-aktivasi ekonomi secara bertahap harus memprioritaskan kesehatan warga dunia.

Indonesia juga menegaskan keyakinan pada PBB dan multilateralisme, “sebagai satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan.” Tanpa menyebut negara mana pun, Jokowi mengatakan ia memahami bahwa dalam hubungan antar negara, dalam hubungan internasional, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

“Namun jangan lupa, kita semua memiliki tanggungjawab untuk berkontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan dunia,” ujarnya.

PBB, tambahnya, adalah forum yang dapat memperkokoh collective global leadership atau kepemimpinan kolektif global itu. [em/hj]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia