Pemprov Jatim Ingin Perluas Pasar ke AS

6

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat bertemu Gubernur Jawa Timur, di Surabaya, untuk menjajaki potensi dan peluang kerja sama lebih intesif antara Amerika Serikat dan Provinsi Jawa Timur. Wakil Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Iwan Freddy Hari Susanto mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi besar di bidang perdagangan.

“Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan dalam konteks kerja sama dengan pihak Amerika Serikat, khususnya dalam hal bagaimana mencoba mendongkrak produk-produk ekspor unggulan Jawa Timur ke pasar Amerika Serikat. Ada beberapa produk unggulan yang kita identifikasi memiliki potensi tinggi, dalam waktu dekat, singkat, untuk bisa didongkrak ke pasar Amerika. Seperti pakaian jadi, karet, furniture (perabotan, red), elektronik, dan juga jewelry (perhiasan, red) Jadi, produk-produk ini yang nanti kita coba tingkatkan untuk bisa semakin menembus pasar Amerika Serikat,” kata Iwan Freddy Hari Susanto.

Selain di bidang perdagangan, Jawa Timur berpotensi mengeruk keuntungan di bidang pariwisata. Iwan menyarankan, Jawa Timur meningkatkan kualitas infrastruktur, layanan, dan sumber daya manusia untuk menyambut wisatawan asing.

Wakil Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Iwan Freddy Hari Susanto bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, membahas potensi dan peluang peningkatan kerja sama AS dan Jawa Timur. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Iwan Freddy Hari Susanto bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, membahas potensi dan peluang peningkatan kerja sama AS dan Jawa Timur. (Foto: VOA/Petrus Riski)

“Program daerah unggulan BTS (Bromo, Tengger, Semeru), yang nanti kita akan coba tawarkan ke turis Amerika. Selama ini kalau kita lihat turis Amerika yang ke Indonesia itu tren-nya semakin tinggi. Sebagai contoh, hingga Oktober 2019, itu jumlah turis Amerika yang datang ke Indonesia itu mencapai 460 ribuan, meningkat drastis sekitar 12,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nah, kelebihan dari turis Amerika itu adalah pending-nya (pengeluarannya, red) sangat besar dan biasanya juga duration of stay (waktu menetap, red) itu juga sangat lama, jadi ini yang kita coba dongkrak,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai pertemuan mengatakan, pihaknya optimistis produk-produk unggulan asal Jawa Timur dapat bersaing di pasar Amerika Serikat dapat menjadi salah satu sumber pendapatan provinsi itu.

“Ada ruang yang cukup luas, produk-produk Jawa Timur untuk bisa semakin dikenalkan di publik Amerika, pertama itu footwear, sepatu, alas kaki. Kemudian TPT, textile dan produk textile. Kemudian furniture, saya rasa furniture Jawa Timur termasuk yang terbesar di Indonesia, ini kan pangsa pasarnya memang harus semakin diperluas. Kemudian, perhiasan, saya rasa industri perhiasan Jawa Timur termasuk juga yang terbesar di Indonesia, bagaimana sekarang juga meluaskan pangsa pasarnya di Amerika,” jelas Khofifah.

Khofifah juga berharap, dengan memperluas pasar ke Amerika Serikat, Jawa Timur bisa meningkatkan produktivitasnya.

“Potensi-potensi yang memungkinkan bisa diperluas pasarnya di Amerika, akan menjadi pintu baru bagi perluasan produktivitas dari seluruh produk-produk di Jawa Timur,” imbuhnya. [pr/ab]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia