Pembunuhan Ayah-Anak di Lebak Bulus Bermula dari Gagal Santet

75

Jakarta — Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan kasus pembunuhan berencana ayah dan anak di Lebak Bulus bermula dari usaha santet yang gagal.

Kasus ini terungkap setelah jasad Edi Chandra Purnama (54) dan Muhamad Adi Pradana alias Dana(23) ditemukan hangus terbakar di dalam mobil di daerah Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (25/8). Pembunuhan Edi dan Dana didalangi oleh AU, yang merupakan istri atau ibu mereka sendiri.

Suyudi mengatakan kasus bermula sejak Juli 2019. Saat tersangka AU yang kebingungan untuk membayar hutang, ia meminta bantuan mantan pembantunya TN untuk melakukan pembunuhan.

“Dia minta bantuan TN untuk membunuh suami dan anaknya DN. Kemudian TN mengenalkan suaminya bernama RD, RD meminta untuk menyantet tapi tidak berhasil,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/9).

Usaha melakukan santet yang tidak berhasil itu mendorong tersangka AU untuk merencanakan pembunuhan berikutnya dengan menggunakan senjata api. Tapi hal itu tidak berhasil karena AU kekurangan dana untuk membeli senjata.

Ia kemudian bercerita kembali ke pembantunya saat ini yang berinisial TT.

“Saudara AU curhat lagi ke pembantunya yang sekarang TT dikenalkan ke AK, dukun santet, dikenalkan lagi SK dan AG,” kata Suyudi.

Perkenalan itu menghasilkan pertemuan yang di lakukan di parkiran Apartemen Kalibata, tepatnya tower Mawar. Dari pertemuan itu, RD memperkenalkan AP yang akan dijadikan sebagai salah satu eksekutor.

“Di jalan saudara AP kesurupan, sehingga tidak mengikuti,” kata dia.

Pembunuhan Ayah-Anak di Lebak Bulus Bermula dari Gagal SantetDirektur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto . (Andry Novelino)

Polisi sudah menangkap empat tersangka dari kasus pembunuhan berencana tersebut.

Mereka dijerat dengan dengan pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati, dan atau penjara seumur hidup atau penjara minimal dua puluh tahun.

AU sebagai dalang pembunuhan rela menyewa pembunuh demi melunasi hutang sebesar Rp10 miliar. Utang itu digunakan AU untuk membuat usaha di bidang kuliner.

“Dilakukan oleh AU untuk usaha di bidang restoran atau makanan. Dia awalnya diberikan utang Rp700 juta kemudian di top up menjadi Rp1,5 miliar, kemudian karena gagal di top up lagi sehingga menjadi Rp10 miliar dengan jaminan 2 sertifikat,” kata Suyudi.

AU sempat berusaha menjaminkan dua sertifikat rumahnya di Lebak Bulus dan bengkel sebagai tempat usaha di samping rumahnya dapat bernilai Rp14 miliar. Namun, keinginan tersebut tidak direstui oleh suami.

Suyudi menjelaskan penyebab korban Edi Chandra Purnama atau ED (54) dan Muhamad Adi Pradana atau DN (23) tewas adalah setelah dibekap menggunakan kain yang sudah dicampur dengan alkohol.

“Setelah tertidur, saudari AU memanggil AG dan SG untuk membunuh sesuai rencana dengan membekap saudara AU dgn menggunakan kain yang dicampur alkhohol, SG memegang perutnya AG memegang kaki, dibekap dengan AU ke mulutnya,” kata Suyudi.

Semula korban dibuat tidak sadar menggunakan obat tidur yang dicampurkan ke dalam jus tomat oleh AU. Sedangkan, korban DN dibuat mabuk oleh keponakannya yang menjadi tersangka berinisial CV.

“(Mabuk) sambil musik nyala, joget-joget, jam 4.30 baru saudara DN sudah mabuk, lalu tertidur,” kata Suyudi.

Setelah korban DN tertidur barulah eksekutor melakukan pembunuhan dengan membekap korban.

“Keduanya tidak berdaya, kemudian korban dan dibawa dengan bed cover dibawa ke kamar ED d bawah dalam keadaan diikat dengan sumbu kompor,” jelasnya.

Untuk menyamarkan pembunuhan tersebut, AU membakar TKP yang merupakan rumahnya di Lebak Bulus. Kedua korban dibawa ke garasi dan akan dibakar oleh AU dengan sumbu yang terpasang dari lantai dua. AU memperkirakan rumah tersebut terbakar keesokan harinya.

Namun, karena usaha tersebut tidak berhasil, AU kemudian membawa korban dan dipindahkan ke lokasi yang belum ditentukan. Belakangan tempat yang dipilih adalah Sukabumi.

“Diperintahkan membakar mobil yang berisi ke korban, sudah ke arah jurang, seolah-olah terbakar karena masuk jurang,” kata Suyudi.

(CNNIndonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia