Para Produsen Ponsel Ini Siap Ambil Pangsa Pasar yang Ditinggalkan LG

11

Para analis mengatakan langkah LG Electronics untuk menutup bisnis ponselnya yang merugi diperkirakan akan menciptakan lebih banyak peluang bagi Samsung, dibanding para pesaingnya di pasar ponsel pintar di Amerika Utara yang menguntungkan. Perusahaan riset Gartner dan Counterpoint memperkirakan bahwa pangsa pasar LG di AS mencapai 10 persen. Menurut kedua perusahaan riset itu,  LG lebih kuat di pasar-pasar di mana LG bermitra dengan perusahaan telekomunikasi untuk menyertakan gawainya sebagai bagian dari paket berlangganan selular. “Apple cenderung melayani pasar AS yang premium. Jadi, perusahaan itu (Apple) mungkin akan mengambil porsi kecil dari dari penjualan LG,” kata analis Gartner Tuong Nguyen seperti dikutip Reuters, Selasa (6/4). “Kemungkinan besar Samsung akan mewarisi banyak hal karena kedua pemasok bersaing di pasar-pasar yang sama,” imbuhnya. Secara global, pangsa pasar LG telah menyusut menjadi 2 persen pada 2020, tergelincir dari statusnya sebagai produsen ponsel terbesar ketiga di dunia setelah Samsung Electronics dan Apple Inc pada masa kejayaannya pada 2013. Menurut data Counterpoint, perusahaan menjual 23 juta ponsel tahun lalu, dibandingkan dengan Samsung yang mencapai 256 juta. Analis Counterpoint, Tarun Pathak, mengatakan LG terutama bersaing di pasar kelas menengah karena ponsel-ponsel andalannya tidak mendapat sambutan hangat dari dari pasar. “Jadi sebagian besar merek China dan merek kelas menengah akan mendapat keuntungan dari keluarnya LG. Di pasar utamanya seperti AS – Samsung, Motorola, HMD sebagian besar (ZTE, Alcatel pada tingkat yang lebih rendah) akan diuntungkan, sementara Xiaomi, Motorola akan diuntungkan di pasaar Amerika Latin dan Samsung di Korea,” tambah Pathak. Penggemar teknologi melalui Twitter menyesali keluarnya merek ponsel yang pernah popular di industri ponsel pintar. Banyak yang memuji LG karena merintis fitur-fitur ponsel yang sekarang popular. Misalnya kamera dengan sudut ultra lebar dan layar sentuh kapasitif. “Mereka tidak selalu berhasil pada setiap ponsel, tetapi kehilangan mereka (ponsel LG) berarti kehilangan pesaing yang bersedia mencoba hal-hal baru, bahkan ketika hasilnya gagal ,” kata YouTuber populer Marques Brownlee (@MKBHD) dalam sebuah cuitan seperti dikutip oleh Reuters. [na/ft] (VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia