Miris, Pilot Perempuan Ini Dipecat, Alasannya Karena Tinggi Badan

81

Bagi pramugari, tinggi badan kerap menjadi persyaratan saat hendak mendaftar. Namun, lain halnya dengan pilot.

Baru-baru ini, seorang pilot perempuan dikabarkan menuntut perusahaan tempatnya bekerja setelah dipecat karena terlalu pendek.

Menurut laporan Fox News, pilot perempuan itu tadinya bekerja di NetJets Inc. yang merupakan perusahaan untuk pesawat jet pribadi.

Namun, pilot bernama Shari Drerup itu dikeluarkan setelah dianggap terlalu pendek untuk menerbangkan pesawat jet kecil jenis Phenom.

Diketahui, tinggi Shari Drerup sendiri adalah 157 cm. Namun, dia bukanlah satu-satunya yang bermasalah dengan tinggi badan.

Tiga rekan kerja laki-laki Shari Drerup juga dianggap terlalu tinggi untuk menerbangkan pesawat tersebut. Namun, alih-alih dipecat, mereka malah diberi pesawat lain yang lebih sesuai dengan tinggi badan.

Ilustrasi pilot dan kopilot menggunakan komputer tablet. (Shutterstock)
Ilustrasi pilot. (Shutterstock)

Drerup sendiri menyatakan jika dirinya sudah diminta mengukur tinggi badan di saat pelatihan. Saat itu, instrukturnya menyebutkan bahwa Drerup memang terlalu pendek tapi itu bukan masalah.

“Aku diberitahu oleh NetJets, ‘Beli bantalan untuk kursi. Gunakan sepatu tinggi. Buat agar kau bisa bekerja,” ujar Shari Drerup.

“Ketika mereka memutuskan aku terlalu pendek untuk pesawat ini, mereka seharusnya membantuku. Mereka seharusnya berkata, ‘Kau tahu, kami punya pesawat lain, kau adalah pilot baik, mari kita cari pesawat yang cocok’,” tambahnya.

Namun, alih-alih, surat kontrak Drerup malah dibatalkan. Lencana pilotnya juga diambil, demikian pula dengan kartu kredit, iPad, dan ponselnya.

Akibatnya, Drerup pun merasa bahwa dia diperlakukan seperti kriminal. Apalagi, Drerup sebenarnya bisa menerbangkan 2 model pesawat lain yang dimiliki NetJets.

Drerup sendiri akhirnya memutuskan untuk melayangkan tuntutan dan meminta ganti rugi USD 75.000 atau setara dengan 1 miliar rupiah.

“Dalam opiniku, ini adalah diskriminasi terhadap jenis kelamin, dan ini jelas merupakan standar ganda untuk pilot laki-laki dan perempuan.”

Suara.com

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia