Megawati Sarankan Jokowi Bentuk Tim Khusus Pemindahan Ibukota

46

Jakarta — Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyarankan Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim yang bukan hanya membahas ibu kota baru di Kalimantan Timur, namun juga nasib Jakarta setelah tak lagi menjadi ibu kota.

“Untuk saya, hal-hal yang sangat strategis dan penting ini harus didalami. Bukan hanya dengan omongan-omongan saja, tapi harus dibentuk. Presiden yang harus membentuk. Apakah sebuah tim atau sebuah yang besar lagi, untuk pendalaman memindahkan ibu kota,” ujar Megawati di Seoul, Korea Selatan, Rabu (28/8).

Megawati menyatakan dirinya sudah pernah bicara soal kemungkinan mengambil model ibu kota baru Indonesia dengan mencontoh negara lain. Semisal Canberra di Australia, Washington DC di Amerika Serikat, atau Putra Jaya di Malaysia, atau contoh dari Laos.

“Nah, hal-hal seperti ini saya kira, kita serius saja dengan pendalaman itu. Tentu termasuk Jakarta, apakah menjadi sebuah kota, apakah posisinya untuk ekonomi saja, sebagai kota perdagangan, itu kan mesti dikaji. Karena nanti ada kajian secara administrasi, teori, juga pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Megawati menuturkan pernyataannya itu bukan bermaksud mengkritik atau tak setuju dengan keputusan Jokowi.  Dirinya hanya mendorong agar langkah ke depan lebih positif.

Masalah Jakarta, menurut dia, sangat banyak di antaranya adalah kemacetan. Dulu saat masih menjabat presiden, Megawati pernah meminta dilakukan studi soal jumlah kendaraan di Jakarta tahun 2025 dan jumlah panjang jalan yang harus dibangun.

“Ternyata tidak akan bisa menyusul antara jumlah kendaraan dengan panjang jalan,” kata Megawati.

Intinya, dia menegaskan agar semua terkait dengan pemindahan ibu kota adalah berdasarkan kajian tata ruang dan dilaksanakan secara konsekuen.

(CNNIndonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia