Lanjutkan Pencarian Heli MI-17, TNI Kerahkan Tiga Pesawat

19

Tentara Nasional Indonesia TNI, Minggu (30/6), kembali melanjutkan operasi pencarian helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD yang dilaporkan hilang kontak sejak Jumat (28/6). Operasi pencarian sempat ditangguhkan karena cuaca buruk.

Dalam operasi pencarian helikopter yang membawa 12 awak dan penumpang hari ini, TNI mengerahkan dua unit pesawat helikopter jenis Bell 412 yang diterbangkan dari Timika ke Oksibil, serta satu pesawat CN235 milik TNI AU yang diterbangkan dari lapangan udara Silas Papare Sentani ke Oksibil. Selain itu dikerahkan pula dua unit pesawat milik perusahaan sipil, yaitu helikopter jenis MD500 dan pesawat jenis Karvan, yang seluruhnya akan bergabung di Oksibil.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi mengatakan selain pencarian dari udara, diaktifkan pula tim SAR darat gabungan yang akan menyisir jalur darat. Tim yang terdiri dari unsur TNI, Polri, SAR Papua dan relawan masyarakat ini dibagi dalam tiga wilayah pencarian, yaitu di Oksibil, Airu dan Lereh. Kekuatan personel masing-masing wilayah pencarian itu berkisar antara 20-30 orang.

Infografis Operasi Pencarian Helikopter TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua, pada Jumat (28/6). (Foto: Kapendam XVII/Cendrawasih)
Infografis Operasi Pencarian Helikopter TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua, pada Jumat (28/6). (Foto: Kapendam XVII/Cendrawasih)

“Dari keterangan masyarakat… pada Jumat (28/6) sekitar pukul 13.00 WIT, masyarakat kampung Alutbakon, distrik Oksob, kabupaten Pegunungan Bintang mendengar suara heli cukup keras melintas di atas distrik Oksob dan melewati sela-sela gunung menuju distrik Bime dan Okbab. Namun masyarakat tidak melihat helly tersebut karena tertutup kabut tebal,” demikian petikan pernyataan Muhammad Aidi.

Helikopter MI-17 milik Penerbang TNI Angkatan Darat, yang membawa tujuh awak dan lima personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos, hilang kontak Jumat siang. Helikopter itu diperkirakan mendarat di Sentani pukul 13.00 WIT, tetapi hingga satu jam kemudian tidak diketahui keberadaannya. Kontak terakhir diketahui pada pukul 11.49 WIT, atau berarti lima menit setelah lepas landas, di ketinggian 7.800 kaki. [em]

(VoA)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia