La Bakry berharap Wisman Membantu Mempromosikan Budaya Buton

121

Pasarwajo, KabarApa.com – Bupati Buton, La Bakry menitipkan pesan pada para wisatawan mancanegara (wisman) yang menghadiri Festival Budaya Tua Buton 2019 kiranya dapat membantu mempromosikan potensi alam dan budaya di Kabupaten Buton di negaranya masing.

“Selaku Bupati Buton, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Buton, saya mengucapkan terimakasih atas ke hadirannya (wisman) di Pasarwajo Kabupaten Buton menyaksikan penyelenggaraan Festifal Pesona Budaya Tua, semoga membawa kesan yang baik dan kami sangat berharap ikut membantu promosi potensi alam dan budaya untuk peningkatan dan kemajuan Pariwisata di Kabupaten Buton,” kata Bupati Buton, La Bakry di hadapan para Wisman dan tamu undangan di pelataran takawa, Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Buton pada Acara Puncak Festival Budaya Tua Buton 2019 (24/08).

Para wisman tersebut merupakan peserta Sail Wonderful Indonesia 2019 yang melewati rute utara. Dengan menggunakan kapal-kapal yacht para turis asing dari berbagai Negara itu telah mengikuti rangkaian kegiatan Festival Budaya Tua seperti Lomba Perahu tradisional.
Bupati Buton juga menjelaskan penyelenggaraan Festifal Budaya Tua Buton tahun 2019, merupakan yang ke tujuh kalinya, yang dilaunching sejak tahun 2013 oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu DR. Maari Elka Pangestu dilapangan Banabungi Pasarwajo, 1 km dari tempat ini, yang dilaksanakan secara berturut-turut setiap tanggal 19 sampai tanggal 24 pada bulan Agustus.

“Penyelenggaraan festifal ini awalnya selain untuk memeriahkan Kemerdekaan RI, juga untuk menyambut peserta Rally Sail Indonesia yang setiap bulan Agustus melintas di laut Banda. Pada perkembangan selanjutnya, ternyata festival ini telah menjadi kebutuhan rutin masyarakat lebih khusus bagi yang tidak mampu membiayai ritual adat yang diwariskan secara turun temurun, seperti tradisi pedole-dole (imunisasi), tradisi tandaki (sunatan), tradisi posuo (pingitan) yang wajib dilaksanakan dalam setiap keluarga di Buton. Semua ritual tradisi ini diakhiri dengan acara makan bersama (pekande- kandea) sebagai bentuk syukur dan diiringi dengan penampilan seni tari tradisional sebagai hiburan rakyat (ody)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia