Kronologi Demo Deiyai Papua yang Tewaskan Satu Anggota TNI

63

Jakarta — Mabes Polri mengonfirmasi aksi demonstrasi berujung ricuh, yang menewaskan satu anggota TNI di Deiyai, Papua. Dedi menyebut, demonstrasi tersebut bermula ketika 150 pedemo menuntut Bupati Deiyai ikut menandatangani surat pernyataan keinginan referendum. “Jatuh korban dari aparat TNI ada satu orang, kemudian daei aparat kepolisian ada tiga org,” Kata Dedi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8).

Usai menyampaikan tuntutan, kata Dedi, sempat terjadi negosiasi antara aparat kepolisian dengan 150 warga tersebut. Namun, pada saat proses negosiasi berlangsung, tiba- tiba ribuan masyarakat datang dari berbagai penjuru lokasi dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan panah terhadap aparat di lokasi.

Dalam bentrok tersebut, polisi belum dapat memastikan informasi terkait adanya korban dari masyarakat sipil di lokasi kericuhan.

“Korban dari masyarakat sipil, itu belum terkonfirmasi kebenarannya, jadi informasi tersebut masih terus akan dicek oleh Polda Papua,” Kata Dedi.

Dedi menyebutkan saat ini, aparat kepolisian bersama TNI masih berupaya untuk melakukan pengendalian terhadap massa yang ricuh. Pihak aparat juga mengimbau masyarakat melalui tokoh- tokoh masyarakat kemudian melalui pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap sekelompok orang yang diduga akan memanfaatkan situasi dengan memicu kericuhan serta tindakan anarkis.

Sebelumnya, seorang anggota TNI dilaporkan tewas akibat terkena panah dan dua anggota Polri terluka saat bentrok dengan massa yang menggelar demonstrasi di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8).

Anggota TNI yang tewas terkena panah itu diduga bernama Serda Rikson. Jenazahnya segera dievakuasi ke Nabire melalui jalan darat.

Dikutip Antara, Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, Rabu petang, membenarkan anggota TNI-AD yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Serda Rikson.

Ketika ditanya tentang situasi di Deiyai, Kapendam mengaku belum mendapat laporan lengkap, karena kontak senjata masih berlangsung.

(CNNIndonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia