68 Kapal Yacht Bakal merapat di Teluk Pasarwajo

145

KABARAPA.COM, BUTON – Sebanyak 68 Kapal yacht yang berasal dari beerbagai Negara telah memberitahukan perihal kedatangan mereka di wilayah Kabupaten Buton. Rombongan kapal-kapal yang menggunakan tenaga angin itu bakal mengunjungi Buton guna menyaksikan langsung Festival Budaya Tua Buton 2019 di Takawa.

Festival yang digelar di Alun-alun Takawa itu bakal menampilkan 5.000 penari yang berkalaborasi dalam Tari Kolosal Takawa 2019.

Bupati Buton, La bakry yang didampingi Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuddin Napa dan Kepala Dinas Kominfo, M. Taufik Tombuli usai Rapat Panitia Festival Budaya Tua Buton di Aula Kantor Bupati Buton di Takawa (17/07) menjelaskan pihaknya telah menerima pemberitahuan bawah 68 kapal yacht dari berbagai Negara di Eropa bakal membuang sauh di teluk Pasarwajo Buton, Sulawesi Tenggara pertengahan Agustus mendatang.

“Soal, Kapal Yahct yang akan datang. Saya kira ini banyak sekali. Mereka berasal dari negara Inggris, Prancis, Canada, New Zealand, Australia. Dan yang paling banyak, Cili dan Brazil. Mereka ini akan datang ke Buton dan akan memperkenalkan Buton ke negaranya masing-masing.

Ini sangat menguntungkan bagi promosi pariwisata kita ke depan,” ujar Bupati Buton, La Bakry.

Menurut Bupati Buton, kegiatan para awak Kapal yacht itu biasanya langsung dia apload di media social bahwa mereka berada di Buton. Mereka datang menyaksikan Festival Budaya Tua Buton lalu mengabarkan kegiatan mereka itu selama di Buton di negaranya masing-masing.

“Sebelumnya festival ini telah mendapatkan pengakuan dari wisatawan asing sebagai festival budaya terbesar di dunia. Kita tidak mudah mendapatkan pengkuan seperti itu. Perlu perjuangan keras,” katanya.

Olehnya itu, orang nomor satu di kabupaten Buton itu ia mengajak seluruh emelen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan festival ini.
Dia juga mengharapkan pada semua stackholder di Kabupaten Buton untuk memberikan penjelasan yang menyejukan, jika ada suara sumbang yang tidak setuju dengan pelaksanan Festival Budaya tua Buton.

La Bakry mejelaskan pelaksanaan festival ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya leluhur. Tentu semua itu akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buton. Hanya saja semua itu memerlukan proses dan waktu yang tidak sekarang.

“Promosi hari ini tidak bisa kita petik sekarang hasilnya. Promosi wisata Bali dilakukan sejak masa Orde Baru. Selama puluhan tahun, Bali dipromosikan dan sekarang mereka menikmati hasilnya,” kata Bupati Buton. (arm)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia