Gubernur Ali Mazi : Festival Budaya Tua Buton, Lokomotif dan Inspiratif Pembangunan

86

Pasarwajo, KabarApa.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi sangat mengapresiasi perhelatan akbar Festival Pesona Budaya Tua Buton.

“Festifal Pesona Budaya Tua Buton yang digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Buton, semoga terus berlanjut dan menjadi lokomotif dan inspiratif dalam kelanjutan pembangunan daerah,” kata orang nomor satu di Sultra ini.

Politisi Partai Nasdem ini mengungkapkan penyelenggaraan Festival bukan hal yang mudah, terlebih Festival yang kontennya dari berbagai macam kegiatan, seperti halnya Festival Pesona Budaya Tua Buton tahun 2019 ini diselenggarakan untuk yang ke tujuh kalinya secara berturut-turut pada tempat dan waktu yang sama. Karena Festival pada umumnya seperti hal yang telah terjadi di daerah lain, hanya diselenggarakan pada satu konten kegiatan, misalnya Festival Tenun, Festival Musik, Festival Bakar Ikan, dll. Tetapi Festival Pesona Budaya Tua Buton ini melaksanakan berbagai macam kegiatan kebudayaan, baik yang berkaitan dengan seni tari, olah raga, peningkatan wawasan, tradisi kehidupan masyarakat maupun ekspos pembangunan, sehingga membutuhkan tenaga dan pikiran yang super-ekstra.

“Olehnya itu saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Buton khususnya Dinas Pariwisata yang sanggup menggabungkan berbagai macam kegiatan budaya dan tradisi menjadi sebuah Festival,” kata Ali Mazi di hadapan para Turis Mancanegara dan tamu undangan pada Acara Puncak Festival Budaya Tua Buton di pelataran kantor Bupati Buton di Takawa, Pasarwajo Buton, Sulawesi Tenggara (24/08).

Pasangan Lukman Abunawas ini mengungkapkan jika melihat keberadaan Festival Pesona Budaya Tua Buton ini, yang merupakan even yang besifat lokal di Kabupaten ternyata gaungnya telah mendunia “go internasional”, yang dibuktikan dengan kehadiran dan ketertarikan para Wisatawan Mancanegara khususnya para peserta Kapal Yacht Sail Wonderful Indonesia, sehingga even ini dapat memiliki standar nasional.

Dikatakannya suksesnya penyelenggaraan even Festival sangat tergantung dari jumlah kunjungan baik Wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Nusantara (lokal, nasional dan Internasional), dengan kunjungan itu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarat disekitar Festival.

Peningakatan jumlah kunjungan dan ketertarikan dalam menghadiri even Festival, sangat tergantung pada dua hal, yang pertama adalah manajemen informasi yang dapat menyakinkan publik untuk menghadiri Festival, yang kedua adalah konten dan pengelolaan materi Festival dapat menggambarkan prilaku sosial masyarakat setempat mengandung unsur seni dan olah raga, yang ternyata Festival Pesona Budaya Tua Buton memenuhi syarat itu.

“Setelah saya kaji lebih dalam, maka even ini tidak berkaitan atau membonceng sebuah peristiwa, seperti peringatan ulang tahun, tetapi murni promosi tentang pesona kebudayaan Buton yang diwariskan secara turun temurun sehingga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, untuk diperkenalkan kepada dunia luar. (ody)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia