Ford akan Beralih Produksi Mobil Listrik di Eropa pada 2030

16

Produsen otomotif, Ford, Kamis (18/2) bertekad untuk mengubah seluruh lini produksi mobil penumpang di Eropa menjadi produksi mobil listrik pada 2030. Dikutip dari Associated Press, Presiden Ford Eropa Stuart Rowley, dalam konferensi daring pada Rabu (18/2), mengatakan Ford akan mengalokasikan $1 miliar untuk merombak pabriknya di Köln, Jerman, menjadi basis produksi mobil-mobil bertenaga baterai listrik. Mobil-mobil tersebut akan menggunakan kerangka kerja mekanik Volkswagen. Mobil listrik baru ini akan dipasarkan pada pertengahan 2023, dan model kedua kemungkinan akan diluncurkan di masa mendatang. Pengumuman itu datang sebulan setelah rivalnya, General Motors, mengatakan seluruh armada globalnya sebagian besar akan menggunakan tenaga listrik pada 2035. Setelah lebih dari satu abad memproduksi mesin pembakaran internal, produsen mobil asal AS itu mengubah logo perusahaannya menjadi mirip stiker listrik. Kecepatan transformasi di GM dan Ford menekankan revolusi di sektor otomotif, didorong oleh regulator yang berusaha membatasi emisi. Produsen mobil secara bersamaan bergerak menuju teknologi digital seperti aplikasi ponsel pintar dan sistem bantuan pengemudi yang canggih, dengan tujuan akhir kendaraan yang sepenuhnya otonom. Perjanjian dengan Volkswagen yang diumumkan pada Rabu (17/2) akan memungkinkan Ford memanfaatkan investasi besar VW dalam kendaraan listrik. Kerangka kerja Volkswagen menggunakan dasar mekanis standar seperti baterai, suspensi, roda, dan poros yang dapat disesuaikan untuk membuat model kendaraan yang berbeda. Volkswagen sudah menggunakan kerangka ini pada kendaraan sport-utility ID.3 compact dan ID.4. Ford mengharapkan bahwa pada tahun 2030, dua pertiga dari penjualan kendaraan komersial Eropa akan bertenaga listrik atau hybrid. Mobil hybrid adalah kendaraan yang dijalankan dengan tenaga konvensional dari bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. “Kami hanya akan memproduksi kendaraan listrik,” kata Rowley. Produsen mobil di Eropa harus meningkatkan penjualan mobil listrik untuk memenuhi batas emisi karbon dioksida baru yang lebih rendah. Karbondioksida adalah penyebab utama pemanasan global. Pembatasan baru mulai berlaku pada awal tahun ini dan merupakan bagian dari upaya Uni Eropa untuk mematuhi Perjanjian Paris tentang Pemanasan Global 2015. Jika produsen tidak membatasi emisi rata-rata armadanya di bawah batas, mereka bisa terkena denda dalam jumlah besar. Rowley mengatakan bahwa Ford dapat menghindari denda. Investasi yang akan digelontorkan hingga 2025, adalah salah satu investasi yang paling signifikan yang telah dilakukan Ford selama lebih dari satu generasi dan “menggarisbawahi komitmen kami terhadap Eropa dan masa depan modern,” kata Rowley. Ford mengatakan investasi di pabrik Köln, yang mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan, dilakukan setelah operasi di Eropa kembali meraup keuntungan pada kuartal keempat 2020. Investasi ini adalah bagian dari tujuan Ford untuk membelanjakan setidaknya $15 miliar untuk pengembangan kendaraan listrik dari sekarang hingga 2025. [na/ft]   (VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia