Festival Budaya Tua Buton, Skala Daerah Diakui Mancanegara

230

KABARAPA.COM- Pasarwajo, Festival Pesona Budaya Tua Buton merupakan event daerah namun menarik minat para wisatawan dari berbagai Negara. Ketertarikan para wisman itu dengan banyaknya kapal-kapal yacht yang membuang sauh di teluk Pasarwajo guna menyaksikan langsung pagelaran ritual yang digelar pada rangkaian kegiatan festival.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuddin Napa mengungkapkan setiap tahunnya pada penyelenggaran Festival Budaya Tua kapal-kapal yacht yang berlabuh di teluk Pasarwajo sangat antusias dan menyatakan kesenangan mereka dengan pesona kekayaan budaya dan wisata Buton.

Ketika berkunjung di Buton, kata Zainuddin Napa, para wisman itu membuat terstimoni dengan tulisan tangan menyatakan kegembiraan mereka dalam menyaksikan budaya di Buton.

“Dan itu adalah gambaran bahwa Festival Pesona Budaya Tua dilaksanakan dalam skala daerah namun telah diakui secara internasonal,” kata Mantan Kepala Kantor Penghubung Buton dengan nada bangga.

“Tahun lalu tercatat 38 kapal yacht yang berasal dari 9 negara merapat ke Pasarwajo. Tahun ini sudah ada 66 kapal yacht yang telah mengkonfirmasi pihak Pariwisata, menyampaikan kehadiran mereka untuk berlabuh di Pasarwajo guna menyaksikan Festival Budaya Tua Buton,” kata Zainuddin Napa.

Di Buton, para Wisman itu kata Uddin – sapaan Zainuddin Napa akan diiukutkan lomba dayung tradisonal. Mereka akan mengayuh koli-koli (sampan Trdisonal Buton). Mereka juga akan diajak untuk membuat kerajinan tangan dari tanah liat. Khusus kerajinan ini, pengrajinnya sudah langka. Sehingga mereka akan kami undang dalam Festoval Budaya Tua ini untuk memamerkan sekaligus memperagakan pembuatan kerajinan tangan tersebut.

kapal yacht yang berlabuh di teluk pasarwajo

“Selain itu, mereka juga akan diajak ke tempat penyulingan gula aren. Di sana mereka akan menyaksikan alat penyulingan yang memakai bambu yang setiap ruasnya dilekatkan dengan getah pohon, bukan lem. Ini yang menarik para wisatawan,” urai udin.

Menurut Uddin, pernah pihaknya membawa wisman ke tempat penyulingan gula aren itu dan mereka mengatakan alat penyulingan itu pernah dilalukan oleh nenek moyang mereka pada abad ke16. Ini harus dilestarikan. Uddin menuturkan para wisman juga akan diajak keliling melihat aspal, dimana Buton merupakan hasil tambang aspal terbesar di dunia.

Puncaknya nanti mereka akan menyaksikan ritual Pekande-kandea, Pedhole-dhole, Tandaki, Posuo serta Tarian Kolosal yang akan digelar pada puncak Acara Festival Pesona Budaya Tua 2019. Para Wisman itu terlibat langsung dan larut dalam semua prosesi festival. Mereka memakai baju dan sarung khas Buton. (ody)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia