Dubes AS untuk PBB Tuntut Informasi soal Tahanan Suriah

13

Duta Besar AS untuk PBB, Selasa (2/3) menuntut Suriah untuk mengumumkan status para tahanan dan mengembalikan sejumlah jenazah ke keluarga mereka.

“Sedikitnya 14.000 warga Suriah dilaporkan telah disiksa dan puluhan ribu dihilangkan secara paksa,” kata Linda Thomas-Greenfield dalam debat Majelis Umum PBB tentang hak asasi manusia.

“Kami menuntut status semua yang ditahan agar diumumkan dan kami menuntut supaya jenazah dikembalikan kepada orang yang mereka cintai disertai keterangan mengenai waktu, tempat dan penyebab kematian,” kata Thomas-Greenfield.

Badan yang beranggotakan 193 negara itu mendengar kesaksian dari beberapa korban yang menuntut agar masyarakat internasional meminta pertanggungjawaban para pelaku kekerasan di Suriah.

Rusia, sekutu utama Suriah, telah berulang kali menggunakan hak vetonya untuk melindungi Damaskus dari tindakan semacam itu.

Presiden Suriah Bashar al-Assad “tetap memenjarakan puluhan ribu warga Suriah, perempuan, anak-anak, orang tua, dokter, pekerja kemanusiaan, jurnalis, pembela HAM yang tidak bersalah,” kata Thomas-Greenfield.

“Warga sipil tak berdosa itu tidak mendapat pengadilan yang adil, dan menjadi sasaran penyiksaan, kekerasan seksual dengan kondisi yang tidak manusiawi,” tambahnya.

Thomas-Greenfield juga mengecam penutupan pintu masuk bantuan kemanusiaan di perbatasan Suriah tahun 2020, yang terjadi setelah kesepakatan dengan Damaskus tidak dapat dicapai.

Hanya satu pintu masuk, di perbatasan dengan Turki, tetap terbuka. Akan tetapi Rusia mengisyaratkan rencana penutupan pada Juli mendatang ketika izinnya dari PBB berakhir. [mg/lt]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia