Dapur Umum Pemkot Surabaya Sediakan Ribuan Telur Rebus dan Minuman Pokak

24

Sebanyak 11.000 butir telur rebus serta 88 galon minuman Pokak disiapkan setiap harinya di dapur umum milik Pemerintah Kota Surabaya, di halaman Balai Kota. Minuman Pokok adalah minuman yang terdiri dari ramuan berbagai bahan rempah-rempah tradisional.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, penyediaan telur rebus dan minuman Pokak di Dapur Umum yang didirikan sejak 10 hari lalu ini untuk membantu masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi virus corona.

“Yang kita sediakan ini adalah ramuan empon-empon, yang bernama Pokak, yang terdiri dari jahe, kapulaga, sereh, cengkeh, dan juga campuran daripada rempah-rempah yang lainnya. Ini digunakan untuk ketahanan tubuh. Dan juga kita siapkan telur rebus. Jadi ini kita bagikan kepada warga Kota Surabaya, tujuan kita ini adalah untuk mengedukasi warga supaya memiliki gaya hidup yang sehat dengan minum minuman asli tradisional nenek moyang kita, dan itu bisa meningkatkan ketahanan tubuh,” kata Eddy.

88 galon minuman Pokak untuk meningkatkan imunitas dibagikan kepada masyarakat dan petugas pelayanan publik di Kota Surabaya setiap hari (foto Petrus Riski-VOA).
88 galon minuman Pokak untuk meningkatkan imunitas dibagikan kepada masyarakat dan petugas pelayanan publik di Kota Surabaya setiap hari (foto Petrus Riski-VOA).

Pengerjaan menyiapkan dan memasak telur rebus serta minuman Pokak ini, kata Eddy, dilakukan oleh seluruh pegawai Pemerintah Kota Surabaya, dengan menerapkan jadwal bergiliran setelah tugas pelayanan di setiap instansi selesai dikerjakan.

“Yang bekerja di sini seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) Pemerintah Kota Surabaya, staf di Pemerintah Kota Surabaya, tapi yang lebih utama adalah kita mengutamakan pekerjaan-pekerjaan rutin kantor kita, setelah itu baru mereka bisa membantu pekerjaan-pekerjaan yang ada di dapur umum ini,” tambahnya.

Asisten bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Yayuk Eko Agustin juga terlibat bersama sejumlah pejabat di pemerintah kota dari berbagai instansi. Mereka ada yang bertugas mengupas dan menumbuk jahe, membersihkan dan menyiapkan sereh, hingga ada yang terlibat memasak ramuan rempah-rempah untuk minuman Pokak maupun telur rebus.

11.000 butir telur rebus disiapkan di dapur umum Pemkot Surabaya selama pandemi virus corona (foto Petrus Riski-VOA)
11.000 butir telur rebus disiapkan di dapur umum Pemkot Surabaya selama pandemi virus corona (foto Petrus Riski-VOA)

Kepada VOA, Yayuk mengaku senang dapat membantu menyiapkan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan warga Kota Surabaya.

“Kami semua senang di sini karena kita bisa membantu masyarakat, untuk memberikan minuman yang bermanfaat untuk masyarakat. Ya harapannya ini segera berakhirlah, yang namanya corona, yang penting masyarakat semuanya sehat, staminanya bagus, sehingga tidak mudah tertular. Jadi, tetap mematuhi anjuran yang disampaikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Eddy menambahkan, minuman Pokak serta telur rebus itu dikirim ke sejumlah lokasi di Surabaya, terutama di Kecamatan dan Kelurahan, kepada petugas-petugas yang ada di lapangan seperti bagian kebersihan, pekerjaan umum, perhubungan, Puskesmas, serta layanan publik terdepan dan kepada polisi di jalan.

Para pegawai Pemkot Surabaya bertugas di dapur umum mengolah minuman dari bahan empon-empon (foto Petrus Riski-VOA).
Para pegawai Pemkot Surabaya bertugas di dapur umum mengolah minuman dari bahan empon-empon (foto Petrus Riski-VOA).

Walikota Surabaya Pastikan Distribusi Merata

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memastikan pendistribusian kepada masyarakat melalui Kelurahan, telah diatur agar tidak menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Itu dibagi, kita bagi ke Kelurahan, yo ben’e gak (ya supaya tidak) numpuk di sini, nanti numpuk aku disemprit maneh (diperingatkan lagi). Kemarin di Kelurahan saja ada yang nyemprit (mengingatkan) aku, nglumpuk (berkumpul), terus kita atur lagi,” tukas Risma.

Warga Surabaya, Sylvia Dewi mengapresiasi keberadaan dapur umum milik Pemerintah Kota Surabaya, sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pada kesehatan dan daya tahan tubuh warganya. Ia juga berharap dapur umum ini terus ada selama pandemi ini berlangsung, dan ditambah pemberian vitamin bagi warga kota.

Proses pengolahan empon-empon dan berbagai rempah-rempah untuk minuman Pokak di dapur umum Pemkot Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).
Proses pengolahan empon-empon dan berbagai rempah-rempah untuk minuman Pokak di dapur umum Pemkot Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).

“Keberadaan dapur umum yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sangat brilian, dan saya sangat mendukung aksi positif ini. Mengingat warga Surabaya lebih butuh untuk menjaga imunitas. Tentunya, bagi warga yang tidak mampu beli bahan empon-empon, ini sangat membantu sekali, sebab mereka lebih fokus cari uang untuk kehidupan hari ini saja,” tuturnya.

Pemda Balikpapan Tanggung Kebutuhan Dasar Keluarga yang Positif Corona

Tak hanya di Surabaya, pemberian bantuan juga dilakukan Pemda Balikpapan, Kalimantan Timur. Wakil Walikota Rahmad Mas’ud memerintahkan pembagian masker dan suplemen vitamin, khususnya bagi perawat dan dokter di rumah sakit. Secara khusus Pemda juga menanggung biaya kebutuhan dasar keluarga yang pencari nafkah utamanya telah positif tertular virus corona.

“Khusus untuk keluarga kurang mampu, warga Balikpapan, kami akan kirim bantuan kebutuhan pangan selama masa penyembuhan,” tegas Rahmad sebagaimana dikutip media-media Balikpapan. [pr/em]

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia