Buton Selatan Bakal Gelar Festival Budaya

155

Batauga – Buton Selatan (Busel) bakal menggelar ivent budaya yang bertajuk Buton Selatan Festival. Event tersebut rencananya akan digelar besar-besaran dengan menampilkan kearifan lokal setempat yang merupakan tradisi warisan leluhur Buton Selatan. Salah satunya adalah Parade Perahu Tradisional yakni Boti. Boti merupakan perahu tradisonal Buton Selatan yang hingga kini masih digunakan oleh nelayan setempat. Bahkan Perahu tersebut masih digunakan sebagai sarana trasportasi dan sarana dagang bagi masyarakat Busel.

“Itu intinya. Kami mencoba untuk memperkenalkan kearifan local di Busel kepada khalayak ramai bahwa di busel juga memiliki budaya yang masih dilestarikan oleh warga. Dan salah satu sarana untuk memperkenalkan itu adalah dengan menyelenggarakan event Festival yakni Buton Selatan Festival ,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel, La Ode Harwanto kepada sejumlah awak media di ruang kerja Kadis Pariwisata Buton (08/10/2019).

Turut dalam konfrensi pers tersebut Kadis Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainudin Napa, Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton, Alimuddin Matu. Sekedar mengingatkan Kabupaten Buton sebagai daerah induk Busel telah 7 kali sukses menyelenggarakan event besar seperti itu.

Tentu saja kegiatan festival tersebut lanjut Harwanto sesuai dengan visi misi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Busel, La Ode Arusani terhadap perkembangan kepariwisataan khususnya di Busel yang kaya akan pesona budaya dan pesona alam yang begitu menyejukan mata. Sebut saja Pulau Ular, Pantai Bahari, permandian yang nantinya dengan event tersebut semakin dikenal dan ditata dengan baik.

“Event besar ini pertama kalinya kami gelar. Festival ini merupakan bentuk keberpihakan Plt Bupati Buton Selatan yaitu Bapak La Ode Arusani terhadap perkembangan kepariwisataan di Buton Selatan seperti yang telah termuat dalam visi misi Pak Bupati,” kata mantan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Busel ini.

Direncanakan kata Harwanyo, Buton Selatan Festival akan digelar selama 3 hari berturut-turut. Rencananya minggu kedua atau ketiga November.

“Sejumlah event akan ditampilkan seperti parade budaya, karnaval nelayan, pertujukan adat, pemilihan Duta Pariwisata Busel, fashion show tenun Busel, pertunjukan musik dan tari kreasi, gerak jalan santai, lomba seni dan budaya, serta pemainan tradisional,” kata Anto panggilan akrab Harwanto seraya menambahkan tradisi Pekande-kandea (makan bersama), posuo (pingitan), dan tari kolosal yang akan melibatkan anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA . “Kita akan melibatkan sekitar seribu penari,” kata Anto Panjang lebar.

Harwanto juga menyebut pada puncak acara nanti akan menampilkan parade Boti yang merupakan perahu tradisional Busel. “Busel adalah daerah maritime. Maka yang kita tonjolkan adalah karnaval nelayan dengan menggelar parade Boti yang akan diikuti minimal tujuh kecamatan.

“Perahu Boti sekarang ini sudah langka. Sehingga mesti kita perkenalkan kembali sehingga tetap lestari dan tidak punah seiring kemajuan zaman. Meski sekarang ini kebanyakan perahu nelayan terbuat dari Fiber, namun Boti bagi warga Busel masih menjadi andalan transportasi dagang dari pulau ke pulau. Boti bagi warga Busel merupakan warisan terbuat dari kayu. Namun bisa menyebrangi samudra luas dan mampu menahan gempuran ombak. Dengan event Inilah warisan leluhur itu kita perkenalkan dan lestarikan kembali,” lanjutnya.

Menurut Harwanto, meski pihaknya telah melakukan persiapan sekitar 50 persen.

“Untuk menyukseskan ini semua pihak akan kami libatkan. Pemerintah Pusat, provinsi dan daerah lainnya kami akan undnag dalam Buton Selatan Festival nantinya,” pungkasnya.

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia