AS Halangi Jaringan Pengiriman Minyak Iran

70

Ketika Amerika mengambil tindakan untuk memutus jaringan pengiriman minyak Iran yang dituding telah mendanai terorisme, Presiden Donald Trump justru menunjukan rasa optimisnya akan diplomasi dengan Iran.

“Mereka ingin bicara. Mereka ingin mencapai perjanjian,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval ketika ditanya tentang sanksi-sanksi yang diumumkan Departemen Keuangan dan apakah ia bersedia bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sidang Majelis Umum PBB akhir September nanti.

Trump menegaskan bahwa Amerika “tidak mengupayakan perubahan rezim” di Iran.

“Mereka memiliki potensi yang luar biasa dan saya kira mereka ingin mengambil manfaat dari hal itu,” ujar Trump hari Rabu.

Di Teheran, stasiun televisi berbahasa Arab Al Alam hari Rabu (4/9) melaporkan bahwa “dalam beberapa jam” Iran akan mengumumkan lebih lanjut kebijakannya untuk mengurangi komitmen pada kesepakatan nuklirnya dengan negara-negara kuat dunia pada tahun 2015 lalu.

Trump tahun lalu menarik Amerika dari pakta yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Agreement atau Rencana Perjanjian Komprehensif Bersama JCPOA.

Kabar bahwa Iran mundur dari komitmen-komitmennya dalam JCPOA itu muncul tak lama setelah Kantor Kendali Aset Asing di Departemen Keuangan Amerika mengumumkan sanksi terhadap 10 individu, 16 entitas dan 11 kapal yang diduga diarahkan oleh atau mendukung secara finansial Korps Quds di Pasukan Garda Revolusioner Iran IRGC-QF dan Hizbullah di Lebanon. (em/jm)

(VOA Indonesia)

- Advertise -
Hosting Unlimited Indonesia